Gubernur Lemhannas di Forum LDII: Ormas Islam Adalah Garda Terdepan Jaga Ketahanan Nasional di Era Digital

JAKARTA – Di tengah kompleksitas tantangan geopolitik global dan ancaman siber, organisasi masyarakat (ormas) Islam seperti Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memperkokoh Ketahanan Nasional. Sinergi antara lembaga negara dan masyarakat sipil menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera.

Penegasan ini disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, TB. Ace Hasan Syadzily, saat menjadi pembicara utama dalam Sekolah Virtual Kebangsaan (SVK) yang diselenggarakan oleh DPP LDII di Minhajurosyidin, Jakarta, pada Sabtu (23/8/2025).

Acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemikiran antara Lemhannas sebagai lembaga strategis negara dengan LDII sebagai salah satu pilar kekuatan masyarakat.

Dalam paparannya yang bertajuk “Media Siber dan Ketahanan Nasional dalam Menghadapi Geopolitik Global,” Ace Hasan secara khusus mengapresiasi inisiatif LDII dalam menyelenggarakan forum edukasi kebangsaan. Menurutnya, acara semacam ini sangat vital untuk membangun kesadaran kolektif (geo-consciousness) di kalangan masyarakat.

“Saya melihat ormas Islam seperti LDII memiliki peran yang luar biasa strategis. Ketahanan nasional bukan lagi monopoli pemerintah atau TNI-Polri. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, dan LDII telah mengambil bagian penting dalam tanggung jawab tersebut,” ujar Ace.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, TB. Ace Hasan Syadzily, menjadi pembicara utama dalam Sekolah Virtual Kebangsaan (SVK) yang diselenggarakan oleh DPP LDII di Minhajurosyidin, Jakarta, pada Sabtu (23/8/2025). Foto: LINES
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, TB. Ace Hasan Syadzily, menjadi pembicara utama dalam Sekolah Virtual Kebangsaan (SVK) yang diselenggarakan oleh DPP LDII di Minhajurosyidin, Jakarta, pada Sabtu (23/8/2025). Foto: LINES

LDII sebagai Benteng Digital dan Ideologi Bangsa

Ace Hasan menjelaskan bahwa dunia saat ini telah memasuki era geopolitik multipolar yang penuh ketidakpastian. Rivalitas kekuatan besar, konflik regional, hingga perang ekonomi berdampak langsung pada stabilitas dalam negeri, mulai dari harga pangan hingga persatuan bangsa.

Di sinilah, menurutnya, peran LDII dan ormas sejenis menjadi sangat krusial. Ia memaparkan setidaknya empat kontribusi nyata yang dapat dioptimalkan oleh LDII:

  1. Meningkatkan Literasi Digital: LDII dinilai mampu menjadi agen pencerahan bagi umat dan masyarakat untuk melawan hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian yang kini marak di media siber.
  2. Memperkuat Nilai Kebangsaan: Melalui program dakwah dan pendidikannya, LDII berperan sentral dalam membumikan nilai-nilai Pancasila dan merawat Bhinneka Tunggal Ika di tingkat akar rumput.
  3. Menangkal Ideologi Transnasional: Sebagai benteng ideologi, LDII dapat membentengi generasi muda dari infiltrasi paham-paham radikal dan transnasional yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
  4. Menyebarkan Optimisme: Di tengah berbagai tantangan, LDII dapat menyebarkan narasi positif dan optimisme bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang mampu mengatasi segala rintangan dengan persatuan dan kerja keras.

“Ketahanan nasional kita diuji setiap hari di ruang digital. Konsumsi informasi yang tidak terkurasi dapat menggerus nasionalisme. Karena itu, upaya LDII dalam mengedukasi warganya untuk cerdas bermedia sosial adalah bagian dari bela negara di era modern,” tegasnya.

Sinergi untuk Masa Depan Indonesia

Lebih lanjut, Ace menekankan bahwa kemitraan antara Lemhannas dan LDII harus terus diperkuat. Lemhannas sebagai “dapur” pemikiran strategis bangsa membutuhkan masukan dan dukungan dari organisasi masyarakat yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi kehidupan rakyat.

Ia optimistis, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi, dan kekayaan budaya, Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi negara maju. Kuncinya adalah kemampuan mengelola potensi tersebut dan menjaga persatuan.

“Kehadiran saya di forum LDII ini adalah wujud keyakinan kami di Lemhannas bahwa masa depan Indonesia yang berdaulat, maju, dan cerah hanya bisa dicapai melalui kerja bersama. Keberagaman kita, termasuk keberagaman ormas, adalah kekayaan yang harus dijaga untuk Indonesia yang lebih kuat,” pungkas Ace.

(*/LINES)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *