SAMARINDA – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Kalimantan Timur melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (24/12/2025). Pertemuan yang berlangsung pukul 11.30 WITA tersebut diterima langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, H. Abdul Khaliq, M.Pd, di ruang kerjanya.
Rombongan DPW LDII Kaltim dipimpin oleh Ketua Prof. Dr. Ir. H. Krishna Purnawan Candra, MS, didampingi Sekretaris H. Wildan Taufik serta H. Sumardi.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh silaturahmi, membahas berbagai program strategis Kementerian Agama serta peran organisasi kemasyarakatan Islam dalam mendukung kebijakan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Kaltim menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat, termasuk LDII, dalam menyambut momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Salah satu fokus utama adalah implementasi Program Masjid Ramah Pemudik yang telah resmi diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menurut Abdul Khaliq, secara nasional sebanyak 6.919 masjid yang berada di sepanjang jalur mudik telah disiapkan untuk mendukung program tersebut. Peluncuran perdana dipusatkan di Masjid Jami’ An-Nur, Karawang, Jawa Barat, pada Selasa (23/12/2025), mengingat Karawang merupakan salah satu titik strategis perlintasan pemudik di Pulau Jawa.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menegaskan bahwa Program Masjid Ramah Pemudik merupakan wujud nyata nilai toleransi dan semangat kemanusiaan. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang publik yang ramah dan melayani kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) diimbau membuka masjid sebagai tempat istirahat, pelayanan air minum, toilet, dan fasilitas pendukung lainnya bagi para pemudik. Program Nataru 2025/2026 ini merupakan pengembangan dari program serupa yang telah sukses dilaksanakan pada mudik Lebaran sebelumnya.
Selain membahas program masjid, audiensi juga menyinggung peluang penguatan dukungan pemerintah terhadap pondok pesantren LDII di Kalimantan Timur. Disampaikan bahwa ke depan akan dibentuk direktorat jenderal khusus yang menangani urusan pesantren.
Sementara itu, penyelenggaraan ibadah haji akan dikelola oleh Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur yang telah terbentuk dan saat ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas, Mohlis.
Kakanwil Kemenag Kaltim juga menyampaikan kabar positif terkait peningkatan kuota haji Kalimantan Timur tahun 2026. Kuota jemaah meningkat signifikan dari 2.586 menjadi 3.189 orang, dengan jumlah kelompok terbang (kloter) bertambah dari enam menjadi sembilan kloter.
Pembagian kuota tersebut akan dilakukan secara lebih merata ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, tidak lagi semata berdasarkan jumlah penduduk muslim sebagaimana kebijakan sebelumnya.
Di akhir audiensi, Ketua DPW LDII Kaltim Prof. Candra menyerahkan bingkisan berupa Majalah Nuansa dan Kalender LDII Tahun 2026 kepada Kakanwil Kemenag Kaltim. Penyerahan tersebut disambut hangat sebagai simbol silaturahmi dan sinergi kelembagaan, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
DPW LDII Kalimantan Timur menegaskan kesiapan penuh mendukung Program Masjid Ramah Pemudik. Untuk memperkuat implementasi di lapangan, LDII berharap adanya surat instruksi resmi dari Kementerian Agama sebagai pedoman bagi seluruh masjid LDII di Kalimantan Timur dalam menyukseskan program tersebut demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
(Wildan/LINES)
