Samarinda — Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Kalimantan Timur menggelar Konsolidasi Organisasi secara daring melalui Zoom pada Selasa (5/5/2026) malam. Kegiatan berlangsung pukul 20.30–22.15 WITA dan diikuti ketua, sekretaris, serta pengurus harian DPW dan DPD LDII se-Kalimantan Timur.
Kegiatan dipandu Sekretaris DPW LDII Kaltim, Wildan, selaku moderator. Acara diawali dengan pengarahan pembukaan oleh Wakil Wanhat DPD LDII Balikpapan, H. Budi Muhaeni, kemudian dilanjutkan sambutan Wakil Ketua DPW LDII Kaltim, H. Budiono, sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sesi utama, Ketua DPW LDII Kaltim, Krishna P. Candra, memaparkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang berlangsung pada 7–9 April 2026 di Jakarta. Munas tersebut diikuti jajaran DPW, yakni ketua dan sekretaris, serta seluruh Ketua DPD LDII se-Indonesia, termasuk dari Kalimantan Timur.
Krishna menjelaskan, Munas X LDII diselenggarakan secara hybrid dengan menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, di antaranya kementerian, TNI, dan Polri.
Dalam paparannya, Krishna menyampaikan bahwa Munas X LDII menghasilkan kepengurusan baru di tingkat DPP. Doddy Taufik Wijaya terpilih sebagai Ketua Umum DPP LDII, didampingi Tri Gunawan sebagai Sekretaris Umum.
“Keduanya dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum sebelumnya, KH. Chriswanto Santoso, menyatakan permintaan maaf untuk tidak dicalonkan kembali pada periode 2026–2031 dengan alasan kesehatan.
Selain membahas hasil Munas, kegiatan konsolidasi juga diisi laporan dari seluruh Ketua DPD LDII se-Kalimantan Timur terkait pelaksanaan program kerja di daerah masing-masing, termasuk sinergi dengan pemangku kepentingan daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sejumlah Wakil Ketua DPW LDII Kaltim turut memberikan arahan, saran, dan koreksi, di antaranya H. Abdurrahman Zain, H. Imam Lutfi, dan H. Eko.
Abdurrahman Zain menekankan pentingnya konsolidasi organisasi secara rutin di setiap daerah guna memperkuat fungsi dan peran organisasi secara internal. Sementara itu, H. Eko mengingatkan pentingnya membiasakan penggunaan istilah “Dewan Penasihat” dalam bahasa organisasi.
Di sisi lain, Imam Lutfi memberikan arahan terkait peningkatan kinerja Pokja Lines di daerah, khususnya dalam penguatan bidang jurnalistik melalui motivasi dan panduan teknis.
Kegiatan ditutup dengan doa oleh Wakil Wanhat, KH. Muntholibin dari Samarinda. Secara keseluruhan, Konsolidasi Organisasi DPW LDII Kalimantan Timur berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan.
