Kaltim

LDII Kaltim Ikuti Seminar Kebangsaan Revitalisasi Demokrasi Pasca Pemilu 2024

Turut Hadir Perwakilan MUI, FKUB, dan Kesbangpol

SAMARINDA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalimantan Timur mengikuti seminar kebangsaan yang disiarkan secara daring dari Kantor Pusat DPP LDII, Jalan Tentara Pelajar, Patal Senayan, Jakarta, Rabu (23/8). Ketua DPW LDII Kaltim Prof. Krishna P Candra bersama Sekretaris Wildan Taufik mengikuti dari Kantor DPW LDII Kaltim, Kompleks Ponpes Al Aziziyah Samarinda.

Pada kesempatan ini, turut hadir para undangan antara lain Ketua FKUB Samarinda KH. Zaini Naim, Kasubid Karakter Bangsa dan Bela Negara Kesbangpol Kaltim Ny. Hartatiah, Kabid Ekonomi Sosial Budaya, Keagamaan, Ormas Kesbangpol Samarinda Ny. Srie Repelita, Bendahara MUI Kota Samarinda H. Sumijan, Mitra Kesbangpol Kaltim Lumbadi dan Tarno serta perwakilan FKUB Kaltim H. Mulyadi Zuhud, S.Ag.

Turut hadir pengurus LDII lainnya seperti Anggota Dewan Penasehat DPD LDII Samarinda H. Surwanto, Sekretaris DPD LDII Samarinda H. Sumardi, Anggota Biro Pengabdian Masyarakat DPW LDII Kaltim M Shidiq Kridani serta pengurus lainnya.

Seminar yang dibuka oleh Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso ini dihadiri Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, cendekiawan Prof. Yudi Latif, Senior Advisor Paramadina Public Policy Institute Abdul Malik Gismar, dan Ketua DPP LDII Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Ardito Bhinadi. Sebagai moderator Prof. Singgih Tri Sulistiyono.

Dalam sambutannya, KH Chriswanto mengatakan bahwa LDII merupakan ormas yang peduli terhadap kebangsaan dan masyarakat. Hal ini ditunjukkan dalam salah satu program prioritasnya tentang kebangsaan. “Tujuan utama dari kebangsaan adalah untuk mencapai masyarakat yang adil, makmur, dan berkeadilan melalui prinsip-prinsip demokrasi,” tutur Chriswanto.

Lantaran acap kali momen demokrasi disertai ketegangan dan konflik sehingga membingungkan dan memanaskan suasana kemasyarakatan, maka ia memandang pentingnya seminar kebangsaan tentang Revitalisasi Demokrasi Indonesia pasca Pemilu 2024.

“Pemilu kadang-kadang malah menjadi pemicu perpecahan. LDII bertekad menjadi penggerak persatuan bagi bangsa Indonesia, meskipun dalam suasana yang penuh dengan tensi seperti saat pemilu,” tuturnya.

Menurutnya, Pemilu tidak boleh hanya didasarkan pada isu-isu semata, melainkan juga harus mempertimbangkan rasionalitas dalam memilih pemimpin. “Oleh karena itu, LDII mengusung prinsip netral aktif, di mana mereka tetap netral sebagai institusi, namun aktif dalam menggerakkan warga LDII untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum,” ungkapnya.

Pengurus DPW LDII Kaltim bersama undangan stake holder mengikuti seminar kebangsaan secara daring di Kantor DPW LDII Kaltim Kompleks Ponpes Al Azizyah Samarinda. Foto: LINES
Pengurus DPW LDII Kaltim bersama undangan stake holder mengikuti seminar kebangsaan secara daring di Kantor DPW LDII Kaltim Kompleks Ponpes Al Azizyah Samarinda. Foto: LINES
Prof. Candra foto bersama Ketua FKUB Samarinda KH. Zaini Naim didampingi Sekretaris DPW LDII Kaltim Wildan Taufik dan Sekretaris DPD LDII Samarinda H. Sumardi. Foto: LINES
Prof. Candra foto bersama Ketua FKUB Samarinda KH. Zaini Naim didampingi Sekretaris DPW LDII Kaltim Wildan Taufik dan Sekretaris DPD LDII Samarinda H. Sumardi. Foto: LINES

Usai seminar kebangsaan, Ketua DPW LDII Kaltim Prof. Candra mengucapkan terima kasih kepada para undangan dan stake holder. Ia berharap seminar kebangsaan tersebut meningkatkan silaturahmi, harmonisasi, kolaborasi dan sinergi antara LDII dengan MUI, FKUB, dan Kesbangpol.

Terkait relevansi seminar kebangsaan. Prof. Candra mengatakan bahwa LDII berkomitmen menyukseskan Pemilu Serentak 2024 mendatang. Dirinya berharap tidak ada warga LDII di Kaltim yang Golput.

Menurutnya, ulama sudah bersepakat bahwa Golput adalah tindakan yang tidak mendukung kepentingan bangsa dan negara. “Saya terus akan melakukan konsolidasi ke seluruh warga LDII se-Kaltim agar tahun 2024 menggunakan hak pilihnya dalam Pileg, Pilpres dan Pilkada dengan baik,” tuturnya.

“Warga LDII juga dilarang melakukan demo yang anarkis dalam menentukan pilihannya, terlebih jika ditunggangi kepentingan tertentu oleh siapa saja. LDII netral aktif sampai kapanpun, seperti yang ditegaskan Ketua Umum dalam sesi pembukaan seminar kebangsaan,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Kesbangpol Kaltim Ny. Hartatiah memberikan tanggapan atas pelaksanaan seminar kebangsaan. Menurutnya, LDII dalam melaksanakan dakwah tidak menyinggung agama lain atau pun pihak tertentu.

Ia mengatakan bahwa LDII dalam melaksanakan dakwah lebih banyak berisikan tentang pesan-pesan Akhlakul Karimah, khususnya untuk generasi muda. Ia mendorong LDII terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama.

Sedangkan Ketua FKUB Samarinda KH Zaini Naim mengatakan cukup senang dapat mengikuti seminar kebangsaan bersama pengurus LDII. “Seminar kebangsaan ini memberikan nilai positif bagi semua pihak. Semoga dapat memperkuat rasa cinta kita kepada tanah air dan bangsa,” pungkasnya.

(SA/LINES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *