Kaltim

LDII Kaltim Siap Memperkuat Ketahanan Keluarga sebagai Basis Ketahanan Bangsa

SAMARINDA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalimantan Timur mengikuti webinar yang diselenggarakan DPP LDII Bidang Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat (EPM) dan Pemberdayaan Perempuan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) tentang Keluarga Ceria Indonesia Bahagia, Sabtu (26/3).

Ketua DPP LDII Koordinator Bidang EPM DR. Ardito Bhinadi, M.Si mengatakan bahwa Bidang EPM mengembangkan sebuah konsep ekonomi ketahanan keluarga menjadi basis dari ketahanan ekonomi bangsa.

Ardito menjelaskan, sebagaimana dalam Musyawarah Nasional IX LDII 2021 pada 7-8 April 2021 yang lalu di Pondok Pesantren Minhajurrosyidiin, Jakarta telah memutuskan Delapan Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa.

Delapan bidang tersebut antara lain wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan alami, energi terbarukan, ekonomi syariah, teknologi digital, dan ketahanan pangan.

Webinar ini terselenggara atas kerja sama DPP LDII Bidang EPM dengan Bidang PPKK dengan semangat membangun bangsa. “Era saat ini bukan era berkompetisi, tapi era kolaborasi atau era sinergi, saling bekerja sama untuk mengabdi pada bangsa,” tutur Ardito.

Ardito menerangkan, ketika sebuah keluarga itu tangguh, maka menurutnya Insya Allah negara juga menjadi tangguh. “Ketika keluarga itu mandiri secara ekonomi, maka Insya Allah negara juga akan mandiri secara ekonomi. Ketika keluarga itu ceria, maka Insya Allah Indonesia akan sejahtera,” tuturnya.

Apa sih keluarga yang ceria itu?

Ketua DPP LDII Bidang EPM DR. Ardito Bhinadi, M.Si saat mengawali Webinar Keluarga Ceria yang digelar Bidang EPM bersama Bidang PPKK secara virtual, Sabtu (26/3). Foto: LINES
Ketua DPP LDII Bidang EPM DR. Ardito Bhinadi, M.Si saat mengawali Webinar Keluarga Ceria yang digelar Bidang EPM bersama Bidang PPKK secara virtual, Sabtu (26/3). Foto: LINES
Pengurus DPW LDII Kaltim menngikuti Webinar Keluarga Ceria Indonesia Sejahtera leh DPP LDII secara virtual, Sabtu (26/3). Foto: LINES
Pengurus DPW LDII Kaltim menngikuti Webinar Keluarga Ceria Indonesia Sejahtera leh DPP LDII secara virtual, Sabtu (26/3). Foto: LINES

Menurut Ardito, keluarga ceria adalah keluarga yang cerdas, inovatif, dan amanah. Cerdas berarti keluarga yang menggunakan akal pikirannya untuk selalu memikirkan masa depan seluruh keluarga, seimbang dalam urusan dunia dan agamanya.

“(Memikirkan) bagaimana pendidikan anak ke depan, bagaimana ibadahnya, urusan dunia dan agamanya seimbang, sekolah menjadi siswa-siswi mahasiswa yang teladan atau yang terbaik, selalu memikirkan masa depannya,” tutur Ardito.

Kedua, inovatif berarti keluarga yang selalu melakukan hal-hal yang baru untuk menumbuhkan keharmonisan dan ketahanan sosial – ekonomi keluarga sehingga tercipta rumahku surgaku. “Bisa memutar baik ekonomi keluarga, bisa inovasi dan menghasilkan,” tuturnya.

Dan yang ketiga adalah amanah, yakni keluarga yang mampu menjalankan peran masing-masing untuk menjaga harmoni kehidupan sehari-hari. Dengan mewujudkan keluarga ceria tersebut berarti turut menciptakan ketahanan keluarga menjadi basis ketahanan bangsa.

Ardito juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) atas dukungan dalam webinar tersebut. “(Webinar) Ini adalah salah implementasi kerja sama antara BSI dengan LDII,” tuturnya.

Dalam webinar ini, salah satu bentuk dukungan BSI adalah dengan memberikan hadiah kepada masing-masing peserta penanya sebesar 500 ribu rupiah. Penanya mengajukan pertanyaannya baik mengikuti pada aplikasi Zoom Meeting maupun streaming YouTube.

Webinar ini diisi oleh narasumber antara lain Ketua DPP LDII Bidang PPPK Dr. Siti Nurannisaa P. B., S.Sn., M.Pd. membawakan materi tentang Keluarga Ceria. Kemudian H. Endra Mochamad Nurdin M, S.Si tentang Pemberdayaan Ekonomi Keluarga. Dari perwakilan BSI, kemudian ditutup oleh Ir. Hj. Sri Tresnahati Ashar, M.Si. dan KH. Aceng Karimullah, B.E., S.E.

Siti Nur Annisaa menjelaskan bahwa Ceria bermakna Cerdas, Inovatif dan Amanah, “Cerdas ialah keluarga yang tajam fikiran dan akal budi, bertumbuh, memiliki skala prioritas, serta menyeimbangkan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Nisa mengutip salah seorang narasumber webinar Ressy Laila Untari Ningsih, bahwa perlunya menciptakan keluarga as the whole team karena keluarga saling berkaitan satu sama lain.

“Adanya pertengkaran dalam keluarga mengajarkan seseorang untuk mengelola emosi dalam diri, menyikapi masalah, serta berinteraksi dengan orang lain,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, hal tersebut yang menjadi dasar pengaruh perkembangan kepribadian untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan kebutuhan bersama.

Kebutuhan pribadi yakni belajar mengelola diri, sedangkan kebutuhan bersama yakni belajar saling peduli dan memberi.

Batas pertengkaran itu sendiri adalah aturan Alquran dan Alhadits serta aturan hukum negara, dalam artian jika melanggar batas-batas tersebut barulah anak perlu diberikan perlakuan khusus.

“Ingatlah bahwa mewujudkan kolaborasi bukan hanya antar-lembaga, tapi juga antar-anggota keluarga sehingga dapat menciptakan sambung rasa. Sambung rasa ini yang dapat memudahkan kita di masa-masa sulit,” terang Nisa.

Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK), Sri Tresnahati Ashar menegaskan pentingnya komunikasi dan interaksi yang positif dalam keluarga, untuk mewujudkan iklim keluarga yang kondusif.

“Komunikasi efektif dalam keluarga itu penting dalam membangun kebahagiaan keluarga. Dengan interaksi bahasa yang positif, maka akan terjalin iklim yang kondusif dalam keluarga,” jelas Sri.

Lebih lanjut, Sri mengatakan faktor ekonomi menjadi salah satu faktor penentu ketahanan keluarga. “Ketahanan keluarga merupakan cara yang efektif untuk bertahan ketika keluarga menghadapi kondisi-kondisi yang sulit,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, pembinaan karakter akan optimal jika dilakukan sejak usia dini melalui pembiasaan yang baik. “Karakter itu dimulai dari perilaku. Jika kita menginginkan anak yang berperilaku positif, maka bimbing dia untuk berperilaku positif,” tegas Sri.

Sementara itu, beberapa pengurus DPW LDII Kaltim hadir dan mengikuti webinar yang berlangsung di Kompleks Masjid Aziziyah Samarinda. Diantaranya adalah Sekretaris DPW LDII Kaltim Wildan Taufik, Ketua Biro PPKK Siti Jumariyah, dr. Nurqomah, Meilindarti, Eka Wilujeng, serta perwakilan dari tingkat DPD, PC dan PAC Al Aziziyah antara lain Ibu Rohnah dan Ibu Umi Mardi.

Termasuk perwakilan PAUD Al Aziziyah Bunda Nanik, SPd. Dari DPD Samarinda hadir H Katwadi dan Perwakilan Biro EPM H Sumardi dan H. Syuhada.

Sekretaris DPW LDII Kaltim Wildan Taufik, S.Pd., M.Si usai mengikuti webinar mengatakan kegiatan seminar ini cukup membuka wawasan banyak peserta. “Sesuai dengan tujuan webinar ini, untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam mendidik keluarga agar menjadi keluarga CERIA, yakni Cerdas, Inovatif dan Amanah. Tentu ini bagus sekali, mudah dipahami, Insya Allah ke depan LDII Kaltim siap menyukseskan,” pungkasnya.

(SA/LINES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *