Syarikat Islam: Awas Bahaya Komunisme, Radikalisme, dan Sekulerisme

NASIONAL – Dalam rangka menguatkan ukhuwah Islamiyah, organisasi masyarakat Syarikat Islam (SI) berkunjung ke kantor DPP LDII, Jl. Tentara Pelajar Patal Senayan Jakarta, Rabu (15/1/2013). Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum SI, H. Rahardjo Tjakraningrat dan Sekjen SI, B.M. Nurhadi dari perwakilan SI dan Ketua Umum LDII, Prof. DR. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc serta jajaran Ketua DPP LDII. Pertemuan yang berlangsung hangat itu berlangsung selama dua jam.

Kunjungan SI ke LDII ini terbilang yang pertama. Raharjo Tjakraningrat dalam obrolannya memasukkan pesan kepada warga LDII, agar membentengi warganya dari berbagai paham seperti pluralisme. Menurutnya pluralisme adalah produk paham bentukan manusia yang harus disikapi dengan cermat oleh ulama. Jangan sampai paham ini merusak akidah keislaman. “Islam itu mengakui kemajemukan tapi tidak pluralis,” ujar Abdullah Syam menanggapi Ketua Umum SI.

Selain itu Rahardjo yang sesekali memberikan candaan dan guyonan ini juga mengingatkan LDII untuk mewaspadai masuknya paham-paham komunisme dan radikalisme, yang bergerilya kembali, masuk ke pedesaan di Indonesia. Ia mengingatkan agar warga LDII jangan sampai terpengaruh.

Rahardjo menberi contoh ada beberapa warga desa di Garut yang tidak mengakui diri sebagai warga Indonesia, dan mereka lebih senang menyebut diri mereka Negara Islam Indonesia (NII). Hal tersebut menurutnya juga mulai menyebar di beberapa daerah di Palu dan daerah lain. Komunisme menurut Rahardjo juga mulai masuk melalui kongres terselubung berkedok pelatihan pertanian dan pembangunan desa yang sangat mengawatirkan.

Rahardjo yang juga mengingatkan kepada warga LDII untuk memilih caleg pada April mendatang yang sesuai dengan kriteria keislaman. Dirinya mengingatkan kepada warga LDII untuk mendukung penuh 296 orang caleg LDII di berbagai partai agar terpilih menjadi wakil rakyat. “Setelah terpilih, mereka harus membantu menegakkan nilai-nilai Islam dan jangan lupa mengikuti kata ketua dan para ulama yang mendukungnya,” jelas Rahardjo.

Rahardjo juga tak lupa berbagi cerita tentang beberapa program dan kegiatan yang sedang dijalankan oleh SI. Dalam waktu dekat ini SI akan mengadakan Musyawarah Kerja Nasional Alim Ulama dan Cendikiawan Syarikat Islam 5-7 Februari. Acara tersebut rencananya akan membahas beberapa poin penting, seperti perjuangan umat Islam yang kian luntur dalam memperjuangkan nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaaan. Selain itu penegakan syariat dan pemberdayaan umat akan menjadi bahasan penting dalam Mukernas tersebut.

Acara ditutup dengan penyerahan plakat dan Majalah Nuansa Persada dan buku LDII Go Green. Sebagai bentuk dukungan pada acara Mukernas Alim Ulama dan Cendikiawan Syarikat Islam mendatang, LDII shodaqoh yang diharapkan dapat membantu menyukseskan acara tersebut. Abdullah Syam juga menyempatkan mengajak Rahardjo berkeliling Wisma LDII yang kali pertama SI kunjungi.

Abdullah Syam memperlihatkan ruang kantor, ruang diskusi, dan ruang seminar yang ada di bangunan 4 lantai tersebut. Abdullah Syam berharap di lain kesempatan SI dapat mengunakan bangunan tersebut untuk kepentingan diskusi atau seminar, sehingga bangunan tersebut akan lebih bermanfaat bagi sesama umat Islam. “Lain kali kalau SI mau pakai ruangan untuk rapat atau kajian disini, monggo. Jadi lebih bermanfaat,” ujar Abdullah Syam. (Bahrun/Foto: Reza/LINES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *